Kalau kamu menggunakan My Network Places untuk menjelajahi jaringan lokal, biasanya ada delay sampai isi file muncul di Windows.
Delay atau waktu jeda ini muncul karena Windows mesti mengecek dulu Scheduled Tasks
pada Komputer target sebelum menampilkan daftar file di komputer tujuan.
Untuk mengurangi delay semacam ini dan mempercepat akses, kamu bisa memodifikasi entri registry berikut :
1.Klik "Start>Run", kemudian ketikkan "regedit".
2.Masuk ke sub key HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Remote Computer\NameSpace.
3.Hapus entri berikut yang merupakan milik Scheduled Tasks : {D6277990-4C6A-11CF-8D87-00AA0060F5BF}
4.Tutup Regedit, lalu reboot komputer kamu
Shocked BlogSpot Trik
Jumat, 04 Februari 2011
Cara yang paling ampuh untuk mempercepat koneksi LAN
. Dengan menambah kecepatan koneksi LAN ini tentu saja akan menambah kecepatan pada kita browsing. Caranya cukup mudah….langsung ke tujuaaann brooo…
* buka registry editor (start > run> ketik regedit)
* masuk ke :
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\RemoteComputer\NameSpace dan DELETE key {D6277990-4C6A-11CF-8D87-00AA0060F5BF}
* Tutup registry editor dan restart windows.
Bagi pengguna koenksi internet dengan Broadband/DSL cobalah trik berikut ini
* Buka registry editor dan masuk ke:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters
* Buat string DWORD baru, dengan cara mengklik ‘Edit -> New -> DWORD Value’ dan buat nama-nama value dibawah ini (buat sendiri karena belum ada).
* DefaultTTL = “80? hex (atau 128 decimal) .
* EnablePMTUBHDetect = “0?
* EnablePMTUDiscovery = “1?
* GlobalMaxTcpWindowSize = “7FFF” hex (or 32767 decimal) 23a50
* TcpMaxDupAcks = “2?
* SackOpts = “1?
* Tcp1323Opts = “1?
* TcpWindowSize = “7FFF” hex (or 32767 decimal)
tutup registry dan restart computer..
Bagaimana ??? selamat mencoba semoga bermanfaat. Salam Blogge
* buka registry editor (start > run> ketik regedit)
* masuk ke :
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\RemoteComputer\NameSpace dan DELETE key {D6277990-4C6A-11CF-8D87-00AA0060F5BF}
* Tutup registry editor dan restart windows.
Bagi pengguna koenksi internet dengan Broadband/DSL cobalah trik berikut ini
* Buka registry editor dan masuk ke:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters
* Buat string DWORD baru, dengan cara mengklik ‘Edit -> New -> DWORD Value’ dan buat nama-nama value dibawah ini (buat sendiri karena belum ada).
* DefaultTTL = “80? hex (atau 128 decimal) .
* EnablePMTUBHDetect = “0?
* EnablePMTUDiscovery = “1?
* GlobalMaxTcpWindowSize = “7FFF” hex (or 32767 decimal) 23a50
* TcpMaxDupAcks = “2?
* SackOpts = “1?
* Tcp1323Opts = “1?
* TcpWindowSize = “7FFF” hex (or 32767 decimal)
tutup registry dan restart computer..
Bagaimana ??? selamat mencoba semoga bermanfaat. Salam Blogge
Minggu, 08 November 2009
Setting Mikrotik
Sering kali, kita ingin menggunakan Mikrotik Wireless untuk solusi point to point dengan mode jaringan bridge (bukan routing). Namun, Mikrotik RouterOS sendiri didesain bekerja dengan sangat baik pada mode routing. Kita perlu melakukan beberapa hal supaya link wireless kita bisa bekerja untuk mode bridge.
Mode bridge memungkinkan network yang satu tergabung dengan network di sisi satunya secara transparan, tanpa perlu melalui routing, sehingga mesin yang ada di network yang satu bisa memiliki IP Address yang berada dalam 1 subnet yang sama dengan sisi lainnya.
Namun, jika jaringan wireless kita sudah cukup besar, mode bridge ini akan membuat traffic wireless meningkat, mengingat akan ada banyak traffic broadcast dari network yang satu ke network lainnya. Untuk jaringan yang sudah cukup besar, saya menyarankan penggunaan mode routing.
Berikut ini adalah diagram network yang akan kita set.11
Konfigurasi Pada Access Point
1. Buatlah sebuah interface bridge yang baru, berilah nama bridge1
interfacelist
2. Masukkan ethernet ke dalam interface bridge
bridge
3. Masukkan IP Address pada interface bridge1
addresslist
4. Selanjutnya adalah setting wireless interface. Kliklah pada menu Wireless (1), pilihlah tab interface (2) lalu double click pada nama interface wireless yang akan digunakan (3). Pilihlah mode AP-bridge (4), tentukanlah ssid (5), band 2.4GHz-B/G (6), dan frekuensi yang akan digunakan (7). Jangan lupa mengaktifkan default authenticated (8.). dan default forward (9). Lalu aktifkankanlah interface wireless (10) dan klik OK (11).
wirelesstable
5. Berikutnya adalah konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan. Bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah di atas, pilihlah tab WDS (1). Tentukanlah WDS Mode dynamic (2) dan pilihlah bridge interface untuk WDS ini (3). Lalu tekan tombol OK.
wirelesstable-wds
6. Langkah selanjutnya adalah menambahkan virtual interface WDS. Tambahkan interface WDS baru seperti pada gambar, lalu pilihlah interface wireless yang kita gunakan untuk WDS ini. Lalu tekan OK.
wirelesstable-wlan
7. Jika WDS telah ditambahkan, maka akan tampak interface WDS baru seperti pada gambar di bawah.
wirelesstable-interface
Konfigurasi pada Wireless Station
Konfigurasi pada wireless station hampir sama dengan langkah-langkah di atas, kecuali pada langkah memasukkan IP Address dan konfigurasi wirelessnya. Pada konfigurasi station, mode yang digunakan adalah station-wds, frekuensi tidak perlu ditentukan, namun harus menentukan scan-list di mana frekuensi pada access point masuk dalam scan list ini. Misalnya pada access point kita menentukan frekuensi 2412, maka tuliskanlah scan-list 2400-2500.
wirelesstable-wireless
Pengecekan link
Jika link wireless yang kita buat sudah bekerja dengan baik, maka pada menu wireless, akan muncul status R (lihat gambar di bawah).
wirelesstable-interface-wlan1
Selain itu, mac-address dari wireless yang terkoneksi juga bisa dilihat pada jendela registration (lihat gambar di bawah).
wirelesstable-registration
Konfigurasi keamanan jaringan wireless
Pada Mikrotik, cara paling mudah untuk menjaga keamanan jaringan adalah dengan mendaftarkan mac-address wireless pasangan pada access list. Hal ini harus dilakukan pada sisi access point maupun pada sisi client. Jika penginputan access-list telah dilakukan, maka matikanlah fitur default authenticated pada wireless, maka wireless lain yang mac addressnya tidak terdaftar tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan kita.
Jika kita menginginkan fitur keamanan yang lebih baik, kita juga bisa menggunakan enkripsi baik WEP maupun WPA.
Mode bridge memungkinkan network yang satu tergabung dengan network di sisi satunya secara transparan, tanpa perlu melalui routing, sehingga mesin yang ada di network yang satu bisa memiliki IP Address yang berada dalam 1 subnet yang sama dengan sisi lainnya.
Namun, jika jaringan wireless kita sudah cukup besar, mode bridge ini akan membuat traffic wireless meningkat, mengingat akan ada banyak traffic broadcast dari network yang satu ke network lainnya. Untuk jaringan yang sudah cukup besar, saya menyarankan penggunaan mode routing.
Berikut ini adalah diagram network yang akan kita set.11
Konfigurasi Pada Access Point
1. Buatlah sebuah interface bridge yang baru, berilah nama bridge1
interfacelist
2. Masukkan ethernet ke dalam interface bridge
bridge
3. Masukkan IP Address pada interface bridge1
addresslist
4. Selanjutnya adalah setting wireless interface. Kliklah pada menu Wireless (1), pilihlah tab interface (2) lalu double click pada nama interface wireless yang akan digunakan (3). Pilihlah mode AP-bridge (4), tentukanlah ssid (5), band 2.4GHz-B/G (6), dan frekuensi yang akan digunakan (7). Jangan lupa mengaktifkan default authenticated (8.). dan default forward (9). Lalu aktifkankanlah interface wireless (10) dan klik OK (11).
wirelesstable
5. Berikutnya adalah konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan. Bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah di atas, pilihlah tab WDS (1). Tentukanlah WDS Mode dynamic (2) dan pilihlah bridge interface untuk WDS ini (3). Lalu tekan tombol OK.
wirelesstable-wds
6. Langkah selanjutnya adalah menambahkan virtual interface WDS. Tambahkan interface WDS baru seperti pada gambar, lalu pilihlah interface wireless yang kita gunakan untuk WDS ini. Lalu tekan OK.
wirelesstable-wlan
7. Jika WDS telah ditambahkan, maka akan tampak interface WDS baru seperti pada gambar di bawah.
wirelesstable-interface
Konfigurasi pada Wireless Station
Konfigurasi pada wireless station hampir sama dengan langkah-langkah di atas, kecuali pada langkah memasukkan IP Address dan konfigurasi wirelessnya. Pada konfigurasi station, mode yang digunakan adalah station-wds, frekuensi tidak perlu ditentukan, namun harus menentukan scan-list di mana frekuensi pada access point masuk dalam scan list ini. Misalnya pada access point kita menentukan frekuensi 2412, maka tuliskanlah scan-list 2400-2500.
wirelesstable-wireless
Pengecekan link
Jika link wireless yang kita buat sudah bekerja dengan baik, maka pada menu wireless, akan muncul status R (lihat gambar di bawah).
wirelesstable-interface-wlan1
Selain itu, mac-address dari wireless yang terkoneksi juga bisa dilihat pada jendela registration (lihat gambar di bawah).
wirelesstable-registration
Konfigurasi keamanan jaringan wireless
Pada Mikrotik, cara paling mudah untuk menjaga keamanan jaringan adalah dengan mendaftarkan mac-address wireless pasangan pada access list. Hal ini harus dilakukan pada sisi access point maupun pada sisi client. Jika penginputan access-list telah dilakukan, maka matikanlah fitur default authenticated pada wireless, maka wireless lain yang mac addressnya tidak terdaftar tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan kita.
Jika kita menginginkan fitur keamanan yang lebih baik, kita juga bisa menggunakan enkripsi baik WEP maupun WPA.
Sabtu, 31 Oktober 2009
Protect Komputer dari FD mengcopy
Berikut langkah-langkahnya :
1. Masuk ke Regedit ( Tekan Tombol Windows+R lalu ketik regedit)
2. Masuk ke HKEY_LOCALMACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\
3. Klik kanan pada folder Control pilih New–>Key
4. Beri nama folder baru itu dengan “StorageDevicePolicies”
5. Lalu klik kanan di folder dengan nama “StorageDevicePolicies”,
lalu pilih New–>Dword
6. Beri nama “WriteProtect”
7. Klik 2x Dword dengan nama “WriteProtect” tersebut, lalu ganti Value
Data menjadi 1
8. Restart Komputer anda
Berikut pesan yang tampil jika ada seseorang mencoba copy/cut data dari komputer
anda
untuk dimasukkan di flashdisk
Untuk mengembalikan seperti semula anda tinggal mengganti Value Data dari
key “WriteProtect” menjadi 0
1. Masuk ke Regedit ( Tekan Tombol Windows+R lalu ketik regedit)
2. Masuk ke HKEY_LOCALMACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\
3. Klik kanan pada folder Control pilih New–>Key
4. Beri nama folder baru itu dengan “StorageDevicePolicies”
5. Lalu klik kanan di folder dengan nama “StorageDevicePolicies”,
lalu pilih New–>Dword
6. Beri nama “WriteProtect”
7. Klik 2x Dword dengan nama “WriteProtect” tersebut, lalu ganti Value
Data menjadi 1
8. Restart Komputer anda
Berikut pesan yang tampil jika ada seseorang mencoba copy/cut data dari komputer
anda
untuk dimasukkan di flashdisk
Untuk mengembalikan seperti semula anda tinggal mengganti Value Data dari
key “WriteProtect” menjadi 0
Mempercepat koneksi internet
klik start
pilih run
ketik ncpa.cpl
Ok
lalu klik kanan pada aplikasi aktif
pilih propertis
pada networking / general tab
--> pilih internet protocol (TCP/IP)
--> properties
--> pilih Use DNS (Domain Name Server) dan ketik
208.67.222.222 pada box preferred dan
208.67.220.220 pada box alternate
pilih run
ketik ncpa.cpl
Ok
lalu klik kanan pada aplikasi aktif
pilih propertis
pada networking / general tab
--> pilih internet protocol (TCP/IP)
--> properties
--> pilih Use DNS (Domain Name Server) dan ketik
208.67.222.222 pada box preferred dan
208.67.220.220 pada box alternate
Jumat, 30 Oktober 2009
Mempercepat modem

Tahukah kamu bahwa kecepatan koneksi internet dapat kamu tingkatkan dengan mengubah beberapa setting tertentu pada Windows. Walaupun sekarang sudah banyak software-software untuk mempercepat koneksi internet saya kira kamu tidak akan rugi untuk mengetahui cara mempercepat secara "manual" seperti yang tercantum di bawah ini:
Cara Pertama
1. Dari Control Panel, klik icon Modem.
2. Pada kotak dialog Modem Properties, pilih modem yang akan diubah settingnya dan
klik pada tombol Properties
3. Pada tab General, ubah Maximum Speed menjadi 115200.
4. Pindah ke tab Connection dan klik tombol Port Setting.
5. Dari kotak dialog Advanced Port Setting, beri tanda check pada Use FIFO buffers.
Kemudian ubah Receive Buffer menjadi 14 dan Transmit Buffer menjadi 16, Lalu klik OK.
6. Klik button Advanced, beri tanda check pada Use Flow Control. Kemudian pilih radio button Hardware. Pada bagian Extra Setting, isi dengan &C1&D2E1Q0V1X4%C0 S7=55 S11=55 S0=0.
Langganan:
Postingan (Atom)